Event Buat yang Unyu - Coklat Kopi Publisher
Yang merasa masih unyu se-unyu-unyunya (meskipun udah momong 3 anak, yang penting masih ngerasa unyu), silakan gabung dan ikut ajang Unyuu yang paliing unyu ini!
UNYU in LOVE - LOVE SONG
Yuhuuuuuu....
Setelah sukses dengan 2 Album Dangdut dan Sekotak Cokelat, kini Cokelat Kopi Publishing akan membuka kesempatan bagi kalian untuk berkarya.
Dalam waktu dekat, kami akan membuat serie Unyu in Love, serie yang akan meluncur mewadahi karya-karya kalian.
Serie Unyu in Love pertama yang akan kami garap adalah "Love Song".
Nah, kamu pasti mau ikutan ngeramein "Love Song", kan?
Perhatikan ini!
Mungkin kamu punya lagu favorit yang mengingatkan kamu pada sebuah kejadian; kegagalan cinta, jatuh cinta, keki bin bete sama seseorang atau malahan pingin nembak seseorang. What ever-lah.
Nah, tulislah kisah kalian yang terinspirasi dari lagu tersebut.
Caranya :
- Tulislah "Kisah Remaja" berdasarkan lagu kesayangan (lirik lagu sedikitnya disertakan di antara naskah tersebut)
- Tema remaja, genre apa saja (komedi, romantis, misteri dll), sesuai dengan lagunya (lagu juga terserah, mau rock, pop, metal, dangdut, apaaa aja, terserah).
- Judul bebas, tapi JANGAN menggunakan judul lagu sebagai judul naskah kalian.
- Panjang naskah 9rb-10rb karakter with spaces, TNR 12, spasi rangkap.
- Selain mencantumkan judul, dilarang mencantumkan nama dalam naskah
- Nama serta biodata lengkap di tuliskan dalam file terpisah, sertakan proses saat kalian menuliskan kisah itu dan sertakan pula foto diri yang keren dan.... pernyataan bahwa naskah tersebut asli dan orisinil.
- Ajang ini terbuka untuk umum, siapa saja segala usia dan jenis kelamin, yang penting naskahnya harus unyuuuuu....
- Akan dipilih naskah yang unyuuuuuu. Unyu yang mellow kek, unyu yang kocak kek, unyu yang menyeramkan kek, unyu yang fantasi kek, terserahhh... yang ada kesesuaiannya dengan lagu pilihan. 1 naskah bisa saja terinspirasi dari 2 lagu. Satu nama hanya berhak mengirimkan 1 karya.
- Kirim file naskah, file biodata, dan foto, dalam 1 email, ke secokelatkopi@yahoo.com dengan subjek : UL- Love Song
- Ajang ini dibuka sejak dipostingnya woro-woro ini dan ditutup sampai dengan 29 Feb 2012, pk. 00.00
- Pengumuman 50 besar akan dipost pada tanggal 5 Maret 2012, di Wall FB Cokelat Kopi.
- Pengumuman 20 pemenang, akan diumumkan di waktu yang akan kami sesuaikan, mendekati waktu peluncuran buku tersebut.
- Dilarang mengadakan kontak pribadi dengan para juri atau pihak Cokelat Kopi untuk urusan ajang lomba ini.
Naskah 20 pemenang akan dibukukan dalam Serie Unyu in Love - Love Song yang akan diterbitkan oleh Cokelat Kopi Publishing, penerbit major yang kereeenn.
20 pemenang yang naskahnya dibukukan, tidak mendapat royalti, melainkan akan menerima hadiah berupa paket buku Unyu in Love- Love Song, sebanyak 6 eksemplar.
Buku Unyu in Love akan beredar di seluruh toko buku besar.
Mau ikutan narsis bersama para unyu lain?
Ayoo, mainkan penamu, eh jarimu, ehh imajinasimu.
Yuk yuk yukkk... Siap ngetop bersama Cokelat Kopi Publishing.
06.06 | | 0 Comments
Project Nulisbuku.com yang baru
Kapan kamu terakhir menulis surat cinta? Maksud kami benar-benar menulis dengan tangan, dengan tinta biru atau hitam. Atau tinta emas bahkan?
Tahukah kamu bahwa ada sensasi yang lain jika kita menerima dan membaca surat cinta yang ditulis tangan? Pembaca surat tersebut merasa lebih dihargai, lebih dicintai oleh pengirim surat cinta tersebut.
“The most romantic thing about a love letter is feeling treasured and knowing that someone took the time to appreciate you thoughtfully and expressively.”
Dan maukah kamu melakukannya lagi sekarang? Maukah kamu menulis surat dengan tulisan tanganmu sendiri untuk seseorang yang kamu kasihi? Sekali lagi?
Kami, DearBooks Project, kembali menyelenggarakan proyek menulis yang istimewa di hari kasih sayang ini, di bulan penuh cinta ini. Bekerjasama dengan partner setia sepanjang masa, www.nulisbuku.com, kami mengajak kamu semua untuk menulis surat cinta yang sebenar-benarnya. Dengan tulisan tanganmu, pula! It’s so WOW!
Caranya sangat berbeda dibandingkan surat-surat sebelumnya, lho. Karena ini spesial, maka semua surat tidak dikirim via email, tapi dikirim langsung, pakai kurir atau pos. Yay! Seru, kan?
Jadi teknisnya begini:
1. Tulis surat cintamu untuk siapapun yang kamu sayangi. Bisa orang tua, saudara, sahabat, boss, pacar, istri/suami orang… eh! Any person. Siapapun dia yang kamu sayangi, deh.
2. Langkah kedua, tulis surat cintamu di atas kertas berukuran letter atau kwarto. Hal ini untuk mempermudah lay out buku #DearLove ini. Tidak lebih dari dua halaman, ya. Biar yang lain kebagian jatah kaplingan di bukunya. Hihi.
3. Masukkan dalam amplop, pastikan sudah tertulis dengan rapi dan cantik dengan pena warna gelap -hitam atau biru, lalu kirim. Ya, kirim pake POS atau KURIR, bukan via email lagi.
4. Kemana? Alamatkan suratmu ke: Nulis Buku (Nina DK), Jl. Peneleh 9 no 60 Surabaya 60274. Jangan lupa tulis juga namamu yang jelas, ya. Berikut akun social media-mu, kalau ada.
5. Surat ditunggu paling lambat hari Senin, tanggal 6 Februari (cap pos). Ya, karena buku bakal launching sebelum Valentine’s day, kalian ngirimnya pake pos kilat, ya. Biar cepet sampai dan nggak pake nyasar ke rumah tetangga
So? Tunggu apa lagi? Tulis surat cintamu segera, lalu kirimkan secepatnya. Hanya tulisan-tulisan yang keren -dan terbaca, pastinya- yang akan lolos seleksi dan dibukukan.
Oh, ya. Semua royalti dari pembelian buku ini akan diberikan pada Yayasan Kanker Anak Dharmais, Jakarta. Sama seperti royalti buku #DearSomeone yang lalu. Dan karena ini bersifat charity, maka siapapun kamu yang surat cintanya dimuat di buku #DearYou ini tidak akan mendapatkan royalti apapun kecuali ucapan terimakasih yang sebanyak-banyaknya. Sedikit yang kamu berikan bakal banyak artinya buat anak-anak kecil penyandang kanker itu.
Beramal memang sangat menyenangkan, bukan?
Jadi, kami tunggu surat-surat cintamu itu, ya. Selamat menulis!
05.50 | Label: Event Kepenulisan | 0 Comments
[Tips] Mengirimkan Naskah Novel ke Penerbit
By iwok Abqary
Ternyata, masih banyak yang sering kebingungan mengenai cara mengirimkan naskah ke penerbit. Sampai saat ini saya masih sering menerima pertanyaan tentang itu. Agar tidak perlu menjelaskan berulang, ada baiknya saya menuliskannya saja, sehingga kalau ada pertanyaan serupa saya bisa mengarahkannya ke postingan ini.
Apa sih yang harus disiapkan pertama kali sebelum mengirimkan naskah?
Yang harus diperhatikan pertama kali tentu saja naskah tersebut. Apakah naskah yang kita tulis sudah sesuai persyaratkan yang diminta oleh penerbit tersebut? Panjang halamannya sudah mencukupi batas minimal? Aturan penulisannya sudah disesuaikan? Biasanya, setiap penerbit memiliki aturan tersendiri. Satu sama lain bisa memiliki persyaratan dan aturan yang sama, bisa pula berbeda.
Adapun standar umum penulisan naskah fiksi (apalagi fiksi remaja) yang banyak berlaku di penerbit adalah sebagai berikut :
Panjang halaman : 100 - 150 halaman
Ukuran kertas : A4
Jenis huruf (font) : Times New Roman
Ukuran huruf : 12 pt
Spasi : 1,5
Margin : Menyesuaikan dengan default (tidak perlu diganti)
Meskipun demikian, ada pula penerbit yang memberlakukan aturan sedikit berbeda. Misalnya di penerbit gagasmedia. Berdasarkan informasi yang ada di websitenya, panjang halaman minimal yang disyaratkan adalah 75 halaman A4, tetapi dengan spasi 1 (satu). Sebenarnya, kalau dikonversi ke spasi 1,5, jumlah halaman akhirnya tidak akan jauh berbeda. Hanya saja, kalau kita akan mengirimkan naskah ke sana, tentu kita harus mengikuti aturan main mereka, bukan?
Setelah itu, apa yang harus kita perhatikan?
Kerapian naskah! Sudahkah kita membaca dan mengecek ulang naskah yang kita tulis? Masih adakah typo (kesalahan ketik) di sana-sini? Apakah tanda baca yang kita gunakan sudah tepat? Apakah masih ada kata-kata yang ditulis berupa singkatan karena keasyikan menulis dan tidak menyadarinya (seperti kata yg, sdg, kmrn, dll)? Bahasa alay? Ckckck. Ayo editlah segera. Jadilah editor buat naskah kita sendiri agar naskahnya terlihat lebih rapi untuk dibaca.
Saya sering mendengar dan membaca komentar para editor seperti ini ; "kalau penulisnya saja tidak peduli terhadap naskahnya, kenapa kami juga harus peduli?" Itu adalah tanda-tanda tidak bagus untuk review naskah kita. Jangan salahkan mereka kalau mereka menolak menerbitkan naskah kita karena sudah enggan membacanya dari awal.
Naskah sudah rapi, apa lagi yang harus dilengkapi?
Ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan untuk melengkapi naskah.
Jangan lupa untuk membubuhi nomor halaman! Hal yang sepele tapi masih saja ada yang melupakan atau mengabaikannya. Bagaimana editor bisa tahu naskah kita ada berapa lembar kalau tidak ada nomor halamannya? Dihitung satu-satu? Plis deh! Sinopsis - Pertama kali membuka naskah, biasanya yang akan dibaca oleh editor adalah sinopsisnya terlebih dahulu. Apakah ceritanya unik dan tidak biasa? Buatlah sinopsis singkat (maksimal 1 halaman) yang menguraikan alur cerita dari naskah kita. Buat secara menarik agar editor tertarik membaca naskah kita selengkapnya. Oya, sinopsis ini LENGKAP menggambarkan ceritanya dari awal sampai ending ya. Jangan buat sinopsis menggantung seperti di back cover novel-novel yang sudah jadi, seperti; "Bagaimana akhir kisah ini? Temukan sendiri di dalam novelnya." Biodata Penulis - Tuliskan data kita selengkap-lengkapnya. Nama asli, Nama pena (kalau ada), Alamat rumah, E-mail, No. Telp/handphone, Nomor rekening Bank, dan prestasi penulisan kalau ada (bisa berupa pengalaman menang lomba nulis, buku yang sudah diterbitkan, karya yang dimuat di media, dan lain-lain). Data yang lengkap akan memudahkan penerbit untuk menghubungi apabila ada informasi yang berhubungan dengan naskah kita. Profil Penulis - Tidak ada salahnya kita sudah membuat profil penulis berupa deskripsi untuk diletakan di bagian dalam belakang buku. Tulis dalam bentuk deskripsi singkat (contohnya pasti sudah pada tahu, kan? Bisa dibaca di setiap buku kok). Apabila naskah ini lolos diterbitkan, kita tidak perlu repot menuliskannya lagi, bukan? Surat Pernyataan Keaslian Naskah - Kalau anda masih kebingungan seperti apa sih surat pernyataan ini? Tidak perlu bingung. Surat pernyataan ini tidak perlu memiliki form khusus, dan kita bisa membuatnya sendiri. Asal di dalam surat pernyataan tersebut tercantum bahwa naskah tersebut adalah asli karya kita, dan tidak melanggar hak cipta, itu sudah cukup kok. Jangan lupa tempelkan meterai Rp.6.000,- pada kolom tanda tangan. Surat Pengantar - Ibaratnya kita bertamu ke rumah orang, sopan santun tetap dibutuhkan. Apalagi kalau kita baru pertama kali menawarkan naskah ke penerbit yang bersangkutan. Surat pengantar ibarat mengenalkan diri kita sebagai penulis kepada penerbit. Lagipula, kalau kita bisa menulis naskah beratus halaman, masa menulis surat pengantar setengah halaman saja tidak bisa? Daftar Isi - Ini adalah bagian yang tidak boleh terlewatkan. Susun daftar isi mulai dari surat pengantar, sinopsis, biodata penulis, surat pernyataan keaslian naskah, Judul-judul bab, sampai ke profil penulis. Ah, jangan lupa, buatlah sampul naskah agar naskah kita lebih terlihat menarik. Biasanya halaman pertama dari naskah selalu saya buatkan sampul. Saya tuliskan judul naskah saya besar-besar. Di bawah judul saya tampilkan gambar/ilustrasi yang kira-kira sesuai dengan isi cerita. Gambar itu biasanya saya browsing dari internet. Di bawah gambar kemudian saya tuliskan nama, alamat, email, dan nomor telepon. Print out, lalu jilid! Agar lebih kuat, halaman sampul dicetak/copy di atas kertas tebal. Kalau perlu, tambahkan lapisan plastik di luarnya. Tampilan yang menarik tentu akan lebih enak dipandang. Siapa tahu menarik editor juga agar penasaran membaca isinya. Jilid? Kenapa harus dijilid? Bukannya naskah bisa dikirim via email?
Tidak semua penerbit menerima kiriman naskah via email, teman. Masih banyak penerbit yang hanya menerima kiriman naskah hardcopy. Setidaknya, itulah yang selalu saya lakukan ketika bekerjasama dengan penerbit Mizan, Gramedia Pustaka Utama, dan Gagasmedia (yang sudah bekerjasama selama ini). Sampai saat ini --yang saya tahu-- mereka hanya terima kirim naskah hardcopy. Setelah dinyatakan lolos terbit, baru kita diminta mengirimkan softcopy-nya.
Kalau memang penerbit yang kita tuju menerima kiriman via email, tentu saja kita bisa segera mengirimkan naskah tersebut tanpa perlu print terlebih dahulu. Jangan lupa, surat pernyataan keaslian naskah harus di scan terlebih dahulu agar dapat ikut dilampirkan.
Dimana kita bisa mendapatkan alamat para penerbit?
Di back cover setiap buku biasanya selalu tercantum alamat penerbit. Kita juga bisa cari tahu di website penerbit tersebut (kalau memiliki website). Beberapa alamat website penerbit sudah saya tulis di sidebar sebelah kanan blog ini. Kalau tidak ada, cobalah pergunakan search engine seperti google dan yahoo, untuk mencari alamat penerbitnya.
Agar aman naskah kita kirim pakai apa?
Kalau lokasi penerbit dekat dengan rumah kita, tentu lebih baik mengantarkan langsung naskahnya, agar bisa berkenalan langsung dengan kru penerbitan. Siapa tahu malah bisa diskusi dengan para editor di sana (kalau tidak sibuk). Alternatif lain, tentu saja mengirimkannya melalui pos atau kurir. Pergunakan pos tercatat/kilat khusus kalau menggunakan Pos Indonesia. Simpan resi/bukti pengiriman dari Pos/Kurir. Itu bisa jadi catatan juga kapan kita mengirimkan naskah tersebut, atau untuk melacak apakah naskah kita sudah sampai di alamat yang dituju atau belum.
Kalau naskah kita ditolak dan ingin dikembalikan, jangan lupa selipkan perangko secukupnya (lihat tarif di PT. Pos).
Naskah sudah terkirim. Sekarang kita tinggal menunggu sampai ada kabar mengenai status naskah kita; diterbitkan, atau tidak.Semabari menunggu kabar itu datang, marilah kita menulis lagi.
Semoga postingan ini membantu. :) :)
http://iwok.blogspot.com/2011/06/tips-mengirimkan-naskah-fiksi-ke.html
05.58 | Label: Tips Kepenulisan | 5 Comments
Lomba Cerpen Paling Bergengsi Tahun Ini!!!
LMCR ke 6 tahun 2011 : Lomba Menulis Fiksi Paling Bergengsi Published: April 17, 2011 (640 views)Posted in: Creative Writing, NewsEmail to : Email This PostTags: LMCR Tahun Ke 6 Lomba Menulis Fiksi Paling Bergengsi LMCR KEMBALI MENGUNDANG ANDA UNTUK BERPRESTASI Raih Hadiah Total Rp 95 Juta + ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD Syarat-Syarat Lomba Panitia LMCR-2011 ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD Jalan Gunung Pancar No.25 Bukit Golf Hijau, Sentul City Bogor 16810 – Jawa Barat Hasil Lomba dan Hadiah Untuk Para Pemenang Pajak hadiah para pemenang ditanggung PT ROHTO Laboratories Indonesia Kategori A (Pelajar SLTP) Kategori B (Pelajar SLTA) Kategori C (Mahasiswa/Guru/Umum) Seluruh pemenang mendapat Antologi LMCR-2011 dan Buku TELAGA INSPIRASI MENULIS FIKSI karya Naning Pranoto

18.07 | Label: Event Kepenulisan | 1 Comments
Loves Teenlit Novel, Loves Writing, Fantasy Buff
Statistik Blog
About Me
- Asmee Na
- Just an ordinary girl who loves writing so much. Horror buff but exactly fainthearted. Follow me if you wanna be a writer too!
