Cara Kirim Naskah ke Majalah Story

Whaaa.., nulis cerpen??

Jangan bilang susah, sebelum kamu mencoba.
Ada banyak bukti, bahwa menulis cerpen itu gampaaang, banget! Asal kamu suka baca, suka mengkhayal dan suka coret-coret diary, pasti bisa deh! (plus baca panduan menulis dari Story yang ada di tiap edisi!)

Mau coba?
Kirim coret-coretanmu ke Story!

Ketik naskahmu spasi rangkap, dengan ketentuan:

Cerpen
Panjang naskah 13.000 – 14.000 characters with spaces, atau sekitar 8-10 halaman.

Cerbung
Panjang naskah 26.000 - 40.000 characters with spaces, atau sekitar 20-30 halaman

Novelette
Panjang naskah 30.000 – 35
.000 characters with spaces, atau sekitar 23-25 halaman

Kissing
Panjang naskah 4.000 characters with spaces, atau sekitar 3 halaman

Cerpen berbahasa Inggris
Panjang naskah 6.000 characters with spaces, atau sekitar 4 halaman.



Kirim ke:
story_magazine@yahoo.com (tuliskan subyeknya; cerpen/cerbung/kissing, dll)
atau via pos ke: Redaksi Story, Jl. Raya Kedoya Duri No.36, Kebun Jeruk, Jakarta 11520.

JANGAN LUPA....
TULIS NAMA ALAMAT/TLP di HALAMAN TERAKHIR NASKAHMU (jangan dipisahkan karena khawatir tercecer)

Salam
Tim Story

LOMBA MENULIS CERPEN REMAJA MAJALAH SAY


sumber : Majalah SAY.

deadline: 30 Juni 2010

Syarat dan ketentuan:
1. Lomba terbuka untuk pelajar, mahasiswa, dan umum
2.Tema harus remaja (Cinta, persahabatan, petualangan, fiksi ilmiah, misteri, humor, dll.
3. Setiap peserta boleh mengirim kebih dari 1 judul.
4. Naskah diketik rapi 1,5 spasi. Banyak karakter 10.000-13.000 karakter.
5. Naskah harus asli (belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun)
6. Naskah dikirim dalam format print out / CD dan wajib melampirkan formulir asli yang terdapat di Majalah SAY.
7. Naskah dikirim dalam amplop tertutup, paling lambat tanggal 30 Juni 2010 (stempel pos)
8. Lomba tertutup bagi karyawan atau keluarga besar Majalah SAY (cetak dan online).
9. Keputusan Jur tidak dapat diganggu gugat.
10. Naskah yang masuk menjadi milik majalah SAY. Cerpen yang tidak menang tapi layak muat akan diberikan honor reguler.
11. Fotokopi KTP atau identitas lainnya.
12. Naskah dikirim ke:
REDAKSI MAJALAH SAY
Jl. ALAYDRUS NO. 45
JAKARTA PUSAT 10130

Hadiah untuk pemenang:
Hadiah I : Rp 2.000.000,-
Hadiah II : Rp 1.500.000,-
Hadiah III : Rp 1.000.000,-

6 pemenang berbakat @ Rp 500.000,-
10 pemenang hiburan akan mendapatkan bingkisan menarik dari Majalah SAY.

info lebih lanjut : contact fb majalah say

Lomba Cipta Cerpen oleh PT Rohto



Berhadiah Total Rp 85 Juta + LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD. Peserta Siswa SLTP (Kategori A), Siswa SLTA (Kategori B) dan Mahasiswa/Guru/Umum (Kategori C)

Syarat-syarat Lomba:

1. Lomba ini terbuka untuk pelajar tingkat SLTP (Kategori A), SLTA (Kategori B) dan Mahasiswa/Guru/Umum (Kategori C) dari seluruh Indonesia maupun yang studi/bekerja di luar negeri. Kecuali keluarga besar PT ROHTO Laboratories Indonesia dan Panitia/Dewan Juri LMCR 2010

2. Lomba dibuka 21 April 2010 dan ditutup
15 September 2010 (Stempel Pos)
- Tema Cerita: Dunia remaja dan segala aspek kehidupannya (cinta, kebahagiaan, kepedihan, harapan, kegagalan, cita-cita, derita dan kekecewaan)
- Judul bebas tetapi harus mengacu tema Butir 3
- Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu judul
- Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia literer (indah, menarik, mengalir) dan komunikatif. Bahasa gaul dan bahasa daerah/asing boleh digunakan untuk segmen dialog para tokohnya - jika itu diperlukan dan sesuai dengan tema

3. Naskah yang dilombakan harus asli (bukan jiplakan) dan belum pernah dipublikasi

Ketentuan Khusus:
1. Naskah ditulis di kertas ukuran kuarto, ditik berjarak 1,5 spasi, font 12, huruf Times New Roman, margin justified 2 Cm, panjang naskah antara 6 - 10 halaman, dikirim ke panitia dalam bentuk printout 3 (tiga) rangkap/copy disertai file dalam bentuk CD.

2. Cantumkan sinopsis maksimal 1 (satu) halaman, mini-biodata pengarang, foto 4R, fotocopy KTP atau SIM/Paspor/Student Card. Setiap judul cerpen yang dilombakan wajib dilampiri kemasan LIP ICE (bagian kartonnya) atau segel SELSUN Shampo jenis apa saja. Naskah cerpen yang dilombakan beserta persyaratannya dimasukkan ke dalam satu amplop (boleh berisi beberapa judul), cantumkan tulisan PESERTA LMCR-2010 dan Kategori-nya di atas amplop kanan atas dan dikirim ke: Panitia LMCR-2010 LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD - Jalan Gunung Pancar No.25 Bukit Golf Hijau, Sentul City Bogor 16810

3. Hasil lomba diumumkan tanggal 15 Oktober 2010 melalui www.rayakultura.net dan www.rohto.co.id
Keputusan Dewan Juri bersifat final dan mengikat
Hasil Lomba: Masing-masing kategori: Pemenang I, II, II dan 5 (lima) Pemenang Harapan Utama, 10 (sepuluh) Pemenang Harapan dan Pemenang Karya Favorit untuk Kategori A: 20 Pemenang, Kategori B: 60 Pemenang dan Kategori C: 100 Pemenang.

Hadiah Untuk Pemenang:
Kategori A (Pelajar SLTP)
• Pemenang I - Uang Tunai Rp 4.000.000,- + LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD
• Pemenang II - Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
• Pemenang III - Uang Tunai Rp 2.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
• 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
• 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dari PT ROHTO + Piagam LIP ICE-SELSUN
• 20 (dua puluh) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam LIP ICE-SELSUN
• Seluruh pemenang mendapat hadiah ekstra 1 (satu) Buku Kumpulan Cerpen Pemenang Utama LMCR-2010
• Sekolah Pemenang I, II dan II berhak mendapat 1 (satu) unit TV
Kategori B (Pelajar SLTA)
• Pemenang I - Uang Tunai Rp 5.000.000,- + LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD
• Pemenang II - Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
• Pemenang III - Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
• 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
• 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dari PT ROHTO + Piagam LIP ICE-SELSUN
• 60 (enam puluh) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam LIP ICE-SELSUN
• Seluruh pemenang mendapat hadiah ekstra 1 (satu) Buku Kumpulan Cerpen Pemenang Utama LMCR-2010
• Sekolah Pemenang I, II dan III berhak mendapat 1 (satu) unit TV
Kategori C (Mahasiswa/Guru/Umum)
• Pemenang I - Uang Tunai Rp 7.500.000,- + LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD
• Pemenang II - Uang Tunai Rp 6.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
• Pemenang III - Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
• 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.500.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
• 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dari + Piagam LIP ICE-SELSUN
• 100 (seratus) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam LIP ICE-SELSUN
• Seluruh pemenang mendapat hadiah ekstra 1 (satu) Buku Kumpulan Cerpen Pemenang Utama LMCR-2010

Naskah cerpen yang dilombakan jadi milik PT ROHTO, hak cipta milik pengarangnya. Informasi lebih lanjut e-mail ke rayakultura@gmail.com
Jakarta, 10 April 2010

Ketua Panitia LMCR-2010

Dra. Naning Pranoto, MA

Sumber: Situs Raya Kultura

12 Tips Mengirim Naskah

Salah satu hal yang akan sering Anda lakukan sebagai penulis adalah mengirimkan naskah ke penerbit. Walau kelihatannya kegiatan ini sangat sepele, namun sebenarnya sangat signifikan bagi karier Anda sebagai penulis. Berikut ini adalah beberapa buah tips yang bisa menjadi panduan Anda dalam mengirimkan naskah ke penerbit.

1. Bacalah terlebih dahulu petunjuk pengiriman naskah. Biasanya petunjuk ini tercantum di dalam website penerbit. Bacalah denngan teliti. Beberapa penerbit memiliki persyaratan yang khusus.

2. Cari tahu jenis buku yang diterbitkan oleh penerbit yang Anda inginkan. Penerbitan akademis tentu akan menolak naskah fiksi. Hal ini dimaksudkan supaya Anda tidak membuang waktu mengirimkan naskah ke penerbit yang salah.

3. Bila Anda mengirimkan dalam bentuk hardcopy, sertakan amplop yang sudah ditempeli perangko secukupnya apabila Anda ingin naskah tersebut dikembalikan apabila ditolak.

4. Apabila Anda mengirimkan dalam bentuk softcopy pastikan bahwa naskah tersebut diketik dalam format yang umum digunakan. Mintalah persetujuan terlebih dahulu bila Anda ingin mengirimkan dalam format yang khusus. Apabila mengirimkan lewat email, isi subject email dengan jelas. Dan pastikan juga email atau file Anda bebas dari virus.

5. Sabarlah menunggu jawaban. Mungkin naskah Anda akan mendapatkan jawaban dalam hitungan minggu atau bulan. Editor sebuah penerbitan biasanya mendapatkan banyak sekali kiriman naskah, sehingga cukup menyita waktu mereviewnya satu per satu.

7. Kiriman naskah Anda yang terbaik. Jangan kirimkan naskah yang seadanya - masih banyak salah ketik, layout yang berantakan, dsb. Anda akan dinilai berdasarkan apa yang Anda kirimkan. Jadi kirimkan yang terbaik. Jika penerbit untuk mensyaratkan untuk mengirimkan salah satu contoh saja, kirimkan bab terbaik. Ini akan membuat Anda terlihat profesional.

8. Berikan impresi yang baik, sopan dan ramah apabila Anda ingin menanyakan tentang naskah Anda. Janganlah bersikap menjengkelkan dengan menelepon atau mengirim email setiap hari kepada editor. Biarkan editor mengerjakan tugasnya.

9. Sambil menunggu, janganlah berdiam diri. Setelah Anda mengirimkan naskah, buatlah naskah yang lain. Tetaplah produktif untuk menulis. Jika naskah Anda ditolak, anda akan memiliki naskah lain yang bisa dikirimkan. Carilah tema yang lain, berbeda dengan yang Anda kirimkan sebelumnya. Atau Anda bisa membaca kembali naskah Anda, sehingga Anda bisa mengirimkan kembali dengan melakukan revisi yang dperlukan

10. Terbukalah pada kritik. Jika penerbit meminta Anda merevisi naskah Anda, lakukanlah. Setiap penulis bisa salah tulis atau ketik. Anda juga perlu menyadari bahwa penerbit juga punya pertimbangan lain seperti segi “komersial” suatu naskah yang mungkin berbeda dengan idealisme Anda.

11. Bersiaplah menghadapi penolakan. Setiap akan penulis akan selalu mendapatkan penolakan, tidak terkecuali penulis yang sudah punya nama. Jangan menyerah. Kadang penerbit menolak suatu karya tanpa penjelasan sama sekali. Tidak perlu diambil hati. Tidak semua sebabnya adalah naskah Anda yang jelek, ada lebih lebih banyak alasan di luar hal itu, seperti ketidak cocokan naskah, atau mungkin editornya yang tidak bisa melihat kelebihan naskah Anda. Anda bisa mengirimkannya lagi – dengan revisi, atau mengirimkannya pada penerbit lain.

12. Ada beberapa dokumen yang perlu Anda kirimkan bersama naskah Anda, antara lain :

Sinopsis. Dengan sinopsis, penerbit dapat mendapatkan gambaran cocok tidaknya naskah untuk diterbitkan dengan lebih cepat. Sinopsis juga dapat membantu untuk medapatkan gambaran mengenai isi naskah tersebut.

Cover letter. Anda sebaiknya mengirimkan cover letter bersama dengan naskah tersebut. Cover letter sebaiknya juga menjelaskan apa kelebihan naskah Anda, siapa yang akan membaca tulisan Anda (target marketnya) dan menjawab pertanyaan mengapa penerbit harus menerbitkan naskah Anda. Apabila Anda baru pertama kali mengirimkan naskah ke penerbit, cover letter juga bisa berfungsi sebagai alat perkenalan.

Bio data. Satu dokumen lagi yang perlu Anda serahkan adalah bio data. Terutama jika Anda baru pertama kali mengirimkan naskah ke penerbit tertentu. Tidak ada salahnya juga bila Anda selalu mengirimkan bio data pada saat mengirimkan naskah, karena mungkin pengalaman Anda sudah bertambah. Di dalam bio data ini Anda bisa mencantumkan data pribadi, seperti nama, alamat, no kontak, email, dan sebagainya. Anda perlu juga mencantumkan latar belakang pendidikan, pengalaman, kemampuan, keahlian Anda, terutama bila Anda menulis buku non fiksi, karena hal ini sangat berperan dalam menentukan lolos tidaknya naskah Anda. Jika Anda pernah menulis buku sebelumnya, sebutkan judul, penerbit, dan tahun beredarnya. Sebutkan juga jumlah eksemplar yang telah dicetak dan terjual, apakah buku Anda masuk kategori best seller. Hal ini akan menambah nilai jual Anda

Ayooo, kirim naskah cerpenmu!

buat kita-kita yang baru belajar menulis ini, diterima di media memang benar-benar suatu kebanggaan.


Berikut ini dini coba bantu memberi alamat email dan redaksi yang bisa kamu kirimin cerpen:

Majalah Aneka Yess
- cerpen maksimal 7 hlm folio spasi ganda
- sertakan pernyataan cerpen orisinil dan belum pernah dipublikasikan
- kirim ke alamat :
Jl Salemba Tengah No 58 Jakarta Pusat 10440 atau email: aneka@indosat.net.id

Majalah Kawanku
- cerpen dengan jumlah karakter 9100 termasuk spasi
- ketik spasi double
- kirim ke alamat email : kawanku-mag@gramedia-majalah.com, cerpenkawanku@gmail.com
- cantumkan identitas lengkap, alamat, dan nomor rekening

Majalah Gadis
- tulisan untuk rubrik Obrolan, Kuis, Cinta dengan panjang 3-4 halaman folio spasi ganda
- tulisan untuk rubrik Percikan [cerpen mini] dengan panjang 2 halaman folio spasi ganda
- tulisan untuk rubrik cerpen dengan panjang 6-7 halaman folio spasi ganda
- kirim ke alamat Redaksi Majalah Gadis :
Jl HR Rasuna Said Blok B Kav 32-33 Jakarta 12910, email: info@gadis-online.com
- tulis identitas lengkap dan nomor rekening
- cantumkan nama rubrik di kiri atas amplop

Majalah Hai
- cerpen maksimal 7 hlm folio spasi ganda
- kirim ke alamat :
Gedung Gramedia Majalah Unit I Lt.1, Jl Panjang No 8A, Kebon Jeruk, Jakarta 11530
- alamat email: hai_magazine@gramedia-majalah.com

Majalah Annida
- cerpen dalam rubrik Kias dan Epik panjang 6-10 halaman folio
- kirim via surat :
tuliskan nama rubrik di pojok kiri amplop
lampirkan biodata dan kartu identitas
kirim ke Jl Mede No 42 Utan Kayu, Jakarta Timur 13120
- kirim via email:
sertakan biodata lengkap
kirim ke : annida@ummigroup.co.id

Majalah Teen
- kirim cerpen maksimal 6 halaman
- kirim ke alamat Jalan Prof Dr Satrio Kav. 3-4 Karet Kuningan, Jakarta 12940
- atau alamat email ke : tabloid.teen@gmail.com

Olga Magazine
- kirim cerpen maksimal 4 lembar
- spasi 1,5
- alamat :
Jl. Sultan Agung 63 Kav. 5, Semarang 50232
- alamat email : olga_magazine@yahoo.com

STORY
- panjang cerpen antara 8-10 halaman
-spasi 1,5
- alamat email : story_magazine@yahoo.com


sumber : grup facebook Penulis Muda Indonesia

JK Rowling dan Cerita Rakyat Indonesia

JAKARTA, KAMIS - Setidaknya ada kesamaan substansi antara penulis kenamaan JK Rowling dan cerita rakyat Indonesia yang jumlahnya bisa mencapai ribuan. Si penulis Harry Potter itu dalam bukunya tak sedikit memberi gambaran-gambaran yang intinya tak jauh berbeda layaknya sebuah cerita rakyat yang ada di Indonesia.

















JK Rowling (Getty Images/Christopher Furlong)

"JK Rowling dalam bukunya misalnya bercerita tentang istana besar, orang yang besar atau raksasa. Termasuk juga sihirnya. Nah, di Indonesia khususnya dalam cerita rakyat itu juga ada. Hanya mungkin ya kembali lagi pada cara pengemasannya saja. Saya pikir sih enggak jauh beda antara JK Rowling dengan cerita rakyat Indonesia," papar DR Murti Bunanta SS, MA, presiden Kelompok Pencinta Bacaan Anak (KPBA) saat ditemui Persda Network di Senayan City, Kamis (24/7).

Wanita yang puluhan tahun berkecimpung dalam masalah bacaan dan sastra anak ini menyayangkan dengan masih minimnya cerita-cerita rakyat Indonesia yang tidak terekspos dengan baik. Kalaupun ada, ceritanya hanya dari itu ke itu saja. Seperti yang kerapkali didengarnya antara lain cerita Tangkuban Perahu, Malin Kundang, serta Bawang Merah dan Bawang Putih.

"Cerita nya hanya berputar dari itu ke itu saja. Padahal kan banyak. Daerah kita saja, dari Sabang sampai Merauke tak akan habis ceritanya. Nah, sekarang tinggal dikembalikan lagi. Kenapa kita tak ada yang tergerak untuk menggalinya," tutur Doktor pertama dari Universitas Indonesia yang meneliti sastra anak ini.

Guna menggugah orang untuk mulai menyadari pentingnya cerita rakyat ini, Murni dengan KPBA nya untuk ke-8 kalinya menggelar festival dua tahunan yang secara tak langsung memberi ruang dan peluang bagi anak-anak bersentuhan dengan kebudayaan (cerita rakyat). Even kali ini pun sekaligus dalam rangka merayakan 20 tahun KPBA berkarya.

"Sejak 1988, kita berkarya baik yang dilakukan sendiri oleh KPBA maupun bermitra, secara nasional maupun internasional. Tahun ini temanya Festival Bercerita Asean, dari 31 juli sampai 3 Agustus. Ditambah seminar satu hari, tentang cerita rakyat asean pada 4 Agustus," papar Murni.

Kegiatan yang akan dilangsungkan di Bentara Budaya Jakarta ini terbuka dan gratis buat umum. Acara diikuti oleh 22 orang tamu dari negara Asean, yang terdiri atas 15 orang dari Malaysia, 2 dari Filipina, 2 dari Brunei, 1 dari Thailand, 1 dari Laos, 1 dari Vietnam, 1 dari Kamboja, dan 1 dari Jepang. Dua negara lainnya, Burma dan Singapura berhalangan hadir. (Persda Network/dicky fadiar djuhud)


Sumber:
Kompas Entertainment, Kamis, 24/7/2008 | 16:01 WIB

Lomba Komen Novel : Tiga Juta Dari Tiga Novel














Kamu penggemar novel? Kali ini, Leutika ingin berbagi kebahagiaan denganmu yang suka baca novel lewat Lomba Tiga Juta dari Tiga Novel.

Caranya gampang!
1. Beli salah satu novel terbitan Leutika: Selamat Tinggal, Ca..., Serong! atau Metamorfosis Gendis.
2. Bikin komen soal novel tsb. dalam 1 (satu) kalimat yang paling bisa menggambarkan novel tersebut. Jadi harus singkat, padat sekaligus dahsyat! Tulis komenmu dalam catatan (notes) FB masing2. Jangan lupa tag 25 teman termasuk Leutika Publisher. Sertakan foto cover novel pilihanmu dan hasil scan/ foto nota pembeliannya.
3. Peserta hanya boleh mengirim 1 komen pilihan, tetapi boleh mengikuti lomba di kategori (judul novel) yg berbeda.

Pemenang
Akan dipilih 6 komen paling singkat, padat sekaligus dahsyat untuk mendapatkan hadiah dari Leutika.
Penilaian oleh redaksi Leutika, bersifat mutlak dan tidak dapat dipertanyakan.

Hadiah untuk 6 Pemenang (2 pemenang tiap kategori novel)
Masing-masing pemenang mendapatkan uang tunai Rp 500.000, 1 t-shirt eksklusif dari Leutika dan 3 buku terbitan Leutika. Hadiah uang akan ditransfer langsung ke rekening masing2. Hadiah T-shirt dan buku akan dikirim langsung ke alamat masing2.


Lomba Tiga Juta dari Tiga Novel berlaku dari tanggal 05 Mei 2010 hingga 15 Juli 2010, pengumuman tangal 20 Juli lewat FB Leutika Publisher dan web leutika.com. Pemenang akan dihubungi lewat telepon.


NB: Novel bisa didapatkan di GRAMEDIA dan TOGAMAS seluruh Indonesia, atau pesan langsung di penerbit Leutika Yogyakarta lewat no. 0878 391 898 03

Diskusi Buku : Kumpulan Cerpen Tukang Bunga & Burung Gagak

Temans
Ini acara terbuka untuk umum.

Kami mengundang para penggemar buku dan penggiat sastra untuk hadir dalam reriungan diskusi buku kumpulan cerpen TUKANG BUNGA & BURUNG GAGAK di Bandung. Ini merupakan silaturahmi ketiga setelah di PDS HB Jassin bersama Seno Gumira Ajidarma dan di Pasar Festival bersama Khrisna Pabichara.

Keempat pengarang (Agnes Majestika, Kurnia Effendi, Kurniawan Junaedhie, dan Ryana Mustamin) memiliki kenangan masing-masing terhadap Bandung. Itu salah satu alasan mengapa kami menggelar bincang buku di Bandung, selain memang kami punya banyak sahabat dan iklim sastranya bagus.

Kami sangat berharap, kawan-kawan yang juga aktif mengikuti 'pengajian sastra" yang secara bulanan diselenggarakan oleh Majelis Sastra ikut meramaikan acara ini. Selain diskusi juga akan ada pembacaan petikan cerpen dan book signing, jika ada di antara teman-teman membeli buku kami.

Acara akan berlangsung:
Sabtu, 29 Mei 2010
Pukul 14:00 sampai 17:00
Tempat di SalamBookHouse, Jl. Pasirwangi No. 1, Buah Batu, Bandung
Pembedah buku: Anton Kurnia (Chief Editor Penerbit Serambi)
Moderator: Weni Suryandari
Pembaca cerpen: Susy Ayu (Jakarta), Elis Tating (Bandung)

Bagi teman-teman yang datang dari luar Bandung, jika melalui jalan tol Cipularang, bisa keluar melalui pintu tol Buah Batu atau Moh Toha, sama-sama dekat. Namu disarankan lewat pintu keluar Moh Toha supaya begitu keluar Tol bisa langsung belok Kanan di Jl. Soekarno-Hatta. Kurang lebih 500 meter dari perempatan Moh. Toha letak SalamBook House.
Ancar-ancarnya, ada gedung LEN, ada jembatan, belok kiri kurang lebih 50 meter: langsung ketemu SalamBookHouse.





Untuk lebih jelasnya bisa kontak:
Kang Dadan 081312213588
Ali Muakhir 081572146395
***

Salam
Agnes Majestika
Kurnia Effendi
Kurniawan Junaedhie
Ryana Mustamin

Profil Penulis : J. K. Rowling

Tag : Harry Potter And The Order of Phoenix



Joanne Kathleen Rowling atau lebih dikenal sebagai J.K. Rowling adalah seorang novelis yang terkenal dengan karya panjangnya, Harry Potter. Sebelumnya perempuan kelahiran Yate, Bristol, England, Inggris ini adalah seorang single parent (orang tua tunggal) yang tinggal di Edinburgh, Skotlandia, setelah bercerai dengan suaminya yang berprofesi sebagai wartawan.

Rowling menjadi sorotan kesusasteraan internasional mulai 1999, saat tiga seri pertama novel remaja Harry Potter berada tiga teratas dalam daftar New York Times best-seller, setelah sebelumnya juga memperoleh kemenangan yang sama di Britania Raya. Novel tersebut masing-masing Harry Potter and the Philosopher's Stone (1997), Harry Potter and the Chamber of Secrets (1998)Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (1999).

Rezeki Rowling semakin bertambah saat seri keempat, Harry Potter and the Goblet of Fire (2000) diterbitkan pada Juli 2000. Seri ini menjadi buku paling laris penjualannya dalam sejarah.

Perempuan kelahiran 31 Juli 1965 itu, terhitung telah menulis tujuh novel Harry Poter. Buku kelimanya, Harry Potter and the Order of the Phoenix (2003), menyusul Harry Potter and the Half-Blood Prince (2005) dan Harry Potter and the Deathly Hallows (2007).

Rowling menjadi sangat beruntung, setelah keseluruhan edisi bukunya diproduksi dalam bentuk layar lebar. Dan keseluruhannya merengkuh kesuksesan yang luar biasa.


















Sumber : http://selebriti.kapanlagi.com/hollywood/j/jk_rowling/
dan

Pengin Eksis, Tapi Jangan Alay, Pleaseee!!

Tahun-tahun belakangan ini, penggunaan bahasa alay menjadi wabah. Mungkin ketika ponsel kian murah. Bahasa alay banyak digunakan untuk kirim-mengirim sms. Lalu kemudian facebook... Bahasa alay kian menjadi.

Tidak apa-apa kalau menggunakan bahasa alay dengan geng atau sahabat sendiri. Tapi jadi masalah kalau bahasa alay digunakan di luar kalangan itu. Lebih-lebih kalau yang ditulis dengan bahasa alay itu lebih dari satu kalimat!



25 CURHAT CALON PENULIS BEKEN.
Buku nonfiksi.
Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, 0ktober 2009.

cocok banget buat kamu yang suka nulis dan punya banyak pertanyaan seputar menulis.
Di buku 25 CURHAT CALON PENULIS BEKEN, aku memasukkan bahasa alay sebagai salah satu bahasan. Aku menganggap ini penting. kenapa? Banyak orang -terutama remaja- yang mengatakan ingin menjadi penulis. Sayangnya, bahasa yang digunakan ketika berkomunikasi dengan penulis lain, bahkan dengan editor majalah dan penerbit, adalah bahasa alay!!

Ragam bahasa alay lumayan banyak. Mulai dari menggunakan huruf besar-kecil tidak pada tempat yang benar, kombinasi huruf dan angka, menyingkat semua kata, hingga menggabungkan semua ke"alay"an itu.

Satu-dua kata bahasa alay saja sudah membuat sakit mata. Apalagi satu kalimat...satu paragraf....satu halaman..... bukan sekedar sakit mata, tapi sudah mulai merambat menjadi sakit kepala dan sakit jiwa sekaligus.

Apa sulitnya menulis dengan bahasa tulis yang normal? Jika memang sangat "mencintai" bahasa alay dan ingin eksis dengan ke"alay" an itu, silakan. Tapi cukup di kalangan sangat-sangat-sangat dekat (yang sudah dipastikan 100% memahami dan juga "mencintai" bahasa alay).

Ingin eksis sebagai penulis? Silakan. Tapi jangan alay, please.....


* satu-Dua kAta bAhasa alay saja SuDah MeMbuAt sakiT mata. ApAlagI satu kaliMat...sAtu paragraf....sATu hAlAMAN..... bukan sekedaR SaKit mAtA, tapI SUDAH muLAi Merambat mEnjAdI sakit kepala dAN SaKit jiwa sekaligus.

*54tu-du4 kata b4h4s4 al4y 54j4 5udah m3mbu4t 54k1t mata. 4pala61 54tu k4l1m4t...5atu par46r4f....54tu hal4m4n..... buk4n sek3d4r 54k1t mat4, tap1 5ud4h mul41 meramb4t m3nj4di 54kit k3p4l4 d4n 5ak1t j1w4 s3k4l16u5.

*St-Da kT bhs aly sj Sdh mmBut skt maTA. aPlg sTu Klimt...StU pRgRf....St HLmn..... Bukn skedar SakT mt, tpI Sdh ml mermbT menjd skit kpL dn skt jwa seklgs.

*54t-d Kt bh5 4lY Sj 5d4h mmb4t skt mt. apaL61 5t klmT...S4tu Prgrf....5T h4LmAN..... bkN 5kdr Sk1t m4t, t4p suDh ml1 MrmbaT Mnjdi 54Kt kpl D4n 5k1t jw 5kL65







sumber : http://www.facebook.com/asmiasmeena?v=app_2347471856#!/note.php?note_id=226915647678

Goosebumps Writer : R. L. Stine


Robert Lawrence Stine


popularly known as R L Stine alias Jovial Bob Stine is a popular author who entertains millions through his books intended for children and young teens. R L Stine admirers lovingly regard him as the Stephen King of children’s literature. R L Stine’s popular works include the Rotten School, Goosebumps, The Nightmare Room, Mostly Ghostly and Fear Street.

R L Stine was born on the 8th of October 1943 at B

exley in the American state of Ohio. His father was a shipping clerk and his mother was a homemaker. R L Stine started writing early in his life. At the age of nine R L Stine found a typewriter on the top floor of his house which he used to create a joke book and a few stories which are still popular. In 1965 R L Stine received his graduation degree from Ohio State University and then relocated to New York City with the intention of becoming a professional writer. R L Stine wrote a number of books enumerating jokes for kids under the brand name Bob Trudis and also published the humour magazine Bananas.

Blind Date was the first teen horror novel which R L Stine wrote in 1987 followed by Hit and Run, Beach House and The Girl friend. R L Stine was the principal na

rrator and co-creator of the Eureeka’s Castle series a television show for children by the Nickelodeon Network aired during 1989 to 95. This series had reserved broadcast timings on the network known as Nick Jr. In 1990 R L Stine joined the parachute press and wrote Fear Street, a series of popular teen horror books. Soon the books had the distinction of being the best selling young adult series of the nation. After two years, during 1992 R L Stine, in collaboration with Parachute launched Goosebumps a book that played an instrumental role in bestowing it’s author an International identity. In 1995 Stine released his one and only novel for adults, titled Superstitious. R L Stine occupied the number one position for three consecutive years in the list of best selling author in his category as per the list publis

hed by USA Today. R L Stine’s books are available in 32 languages and sales figures have crossed over 300 million copies across the globe.

R L Stine has received numerous awards and recognition for his work; some of the notable ones are the 2002 Champion of Reading Award presented by the Free Public Library of Philadelphia, the Kids Choice Award for Best Book-Mystery/Horror presented by Disney Adventures and the Nickelodeon Kids Choice Awards. In 2003 R L Stine had the distinction of getting listed in the Guinness Book of World Records as the best-selling author of a children’s book series ever born. R L Stine in 2007 received the Silver Bullet Awar

d as one of the prominent Thriller Writers of America.

R L Stine was an ardent soccer fan during his elementary school days. R L Stine was known in Ohio as “Jovial Bob” during his tenure as editor of the campus humour magazine titled The Sundial. In the year 1969 R L Stine married Jane Waldhorn who later adopted the profession of editor and writer and eventually founded” Parachute” in collaboration with a business partner. They were blessed with a child named Mathew born in 1980. More on R L Stine can be learned from his autobiography It Came from Ohio.

Penulis Buku Lupus : HILMAN HARIWIJAYA

Hilman Hariwijaya



JAGO NGOCOL SE-INDONESIA


Lahir di Jakarta, tanggal 25 Agustus, bintangnya Virgo, bo! Hilman yang turunan Jasun alias Jawa-Sunda ini punya papa tentara berpangkat kolonel. Mulai ngarang sejak ABG, dengan membuat serial Lupus di majalah HAI yang berhasil mengangat namanya. Ia juga pernah juara ngarang di majalah yang sama. Pernah kuliah di UNAS jurusan Sastra Inggris. Hilman Hariwijaya dengan Lupus-nya merupakan fenomena dalam dunia penerbitan Indonesia. Lupus#1: Tangkaplah Daku Kau Kujitak, terbit Desember 1986, cetakan pertamanya sebanyak 5.000 eksemplar habis dalam waktu kurang dari satu minggu. Hilman menulis puluhan judul yang meliputi seri Lupus, Lupus ABG, Lupus Kecil, Lupus Milenia, Olga, Lulu, Keluarga Hantu, Vanya, Vladd, Dua Pelangi dan beberapa judul lepas.

Beberapa karyanya ditulis bersama Boim,Gusur dan satu bernama Zara Zettira. Tiras total penjualan bukunya mencapai jutaan eksemplar!Jumlah yang luar biasa untuk ukuran Indonesia,mengingat tiras “normal” buku lain rata-rata 3.000-5.000 eksemplar,dan itu pun tidak habis terjual dalam waktu satu tahun.Kisah Lupus menggambarkan gaya hidup remaja. Sarat dengan humor orisinal, terutama unik dalam gaya bahasa dan pilihan kata yang seenaknya. Tapi justru dengan gaya bahasa seperti itulah yang pernah dianggap merusak bahasa Indonesia-Lupus menjadi produk yang khas,disukai dan diakrabi para remaja.
Seri Lupus sudah difilmkan, baik di layar lebar maupun dalam bentuk sinetron. Sedangkan seri Lulu, Olga, Vanya dan Vladd serta beberapa cerita lepas lainnya telah disinetronkan. (Dikutip dari ……)



Lupus
* 1. Tangkaplah Daku Kau Kujitak (November 1986) **
* 2. Cinta Olimpiade (Februari 1987)
* 3. Makhluk Manis dalam Bis (Juni 1987) **
* 4. Tragedi Sinemata (Oktober 1987) **
* 5. Topi-topi Centil (Maret 1988) **
* 6. Bangun Dong, Lupus (Agustus 1988) **
* 7. Sandal Jepit (Juni 1989)
* 8. iiih, syereem! (Juli 1990) **
* 9. Idiiih, Udah Gede(Desember 1990) **
* 10.Drakuli Kuper(Ih, Syereem Part 2)(Maret 1992) **
* 11.Lupus ‘n Work(Maret 1994)
* 12.Interview With The Nyamuk(Mei 1995) **
* 13.Yang Paling Oke(September 1995) **
* 14.Cowok Matre(Juni 1996)
* 15.Mission: Muke Tebel(Maret 1997)
* 16.Gone With The Gossip(Oktober 1997)
* 17.The Lost Boy: Salah Culik(1998) **
* 18.Kutukan Bintik Merah(1998) **
* 19.Krismon(1998)
* 20.Sereeem(1999) **
* 21.Boys Don’t Cry(1999)
* 22.Bunga Untuk Poppy(2000) **
* 23.Candlelight Dinner(2000)
* 24.Lupus Milenia 1 – Boneka Ditaman Sekolah(2001)
* 25.Lupus Milenia 2 – BeTe(2002)
* 26.Lupus Milenia 3 – PDKT(2002)
* 27.Cinta Seorang Seleb(2005)
* 28.Lupus Return: Cewek Junkies(2007)



Lupus ABG(With Boim LeBon)
* 1. Lupus ABG(Maret 1995)
* 2. Jadi Lupa Sama Yang Lain(Juli 1995)
* 3. Cinta Lupus(September 1995)
* 4. Ringan Sama Dijinjing,Berat Sama Difficult(Maret 1996)
* 5. Bohong Itu Nyontek(September 1997)
* 6. Simalakama(1998)
* 7. Sur… Sur… Surprise(1999)
* 8. Telepon Umun dan Kecoak Nungging(1999)
* 9. Cemburu Berdarah Dingin(2000)
* 10. Berantem Gaya Baru(2002) ** (created by otoy)
* 11. My Grandma Dream’s(2005)
Lupus Kecil(With Boim LeBon)
* 1. Lupus Kecil(Februari 1989)
* 2. Sunatan Massal(Juni 1990)
* 3. JJS: Jalan-jalan Seram(Juli 1991))
* 4. Rumpi Kala Hujan(Juni 1992)
* 5. Sakit, Lah, Dekh, Dong, Weew(Februari 1993)
* 6. Duit Lebaran(Maret 1994)
* 7. Bolos(Desember 1994)
* 8. Terserah Si Ehem(1998)
* 9. Guruku Manis Sekali(1998)
* 10. Kucing Asuh Bernama Mulan(1999)
* 11. Repot… Repot… Repot…!(2000)
* 12. Iiih, Rakuuut!(2001)
* 13. Diam Belum Tentu Emas(2003)


Sumber : sebuah situs web penggemar Hilman.




PIAGAM PENGHARGAAN : Lomba Curhat Jalan Raya oleh Leutika Publisher



















Saya ikutan lomba ini.
Tapi sayang nggak menang.
nggak apa-apa, nanti saya ikutan lomba-lomba lagi!

thank's to : http://www.leutika.com

Surat Penolakan Naskah : Penerbit Leutika


Sebuah penyemangat agar aku bisa lebih fokus menulis!!
Makasih buat sarannya, penerbit Leutika!!! :)


Kepada Yth.
Asmi Nur Aisah


Dengan Hormat

Kami memberitahukan bahwa pada tanggal 12/05/10 penerbit LEUTIKA telah
menerima naskah Anda berjudul "C.O.D and the story about first love".
Terima kasih atas kesediaan Anda dalam mengirim naskah ke penerbit
LEUTIKA.
Melalui penilaian redaksi, kami memutuskan naskah tersebut tidak dapat
diterbitkan.

* totalitas asmi dalam karya C.O.D ini sangat terlihat, dari mulai
penataan bahasa, pemilihan diksi, cover hingga pembuatan ilustrasi tokoh.
hal demikian adalah sebuah prestasi yang patut dikembangkan. hanya saja,
dalam buku ini asmi tidak memunculkan satu 'tema berbeda' yang bisa
ditonjolkan.


Demikian pemberitahuan kami, untuk selanjutnya kami sangat membuka lebar
pengiriman naskah dari Anda.

Yogyakarta, 26/05/2010

Salam inspiratif,



Redaksi Penerbit LEUTIKA

Surat Penolakan Naskah : Majalah Story

Sorry buat posting ini, tapi ini merupakan salah satu penyemangat supaya aku nulis lebih giat lagi!! KEEP WRITING!!


Terima kasih untuk kiriman cerpennya ya...

untuk seusiamu, kamu sudah sangat berbakat.
cerpenmu mengalir, dan kamu sudah sangat tahu bagaimana cara
menulis cerpen yg baik.. eyd-nya, tanda bacanya... Good!

Tapi sayangnya, untuk tema, cerita semacam ini sudah sangat sering digarap dan agaknya
bukan sesuatu yang menarik.

coba lagi ya, Sayang....
semangat!!

Salam

Profil Penulis : Triani Retno A



Triani Retno A.



Triani Retno A. Sering menulis dengan menggunakan nama Teera.

Lahir di Bandung, 24 Desember 1974 untuk kemudian tumbuh besar di Banda Aceh dan Medan. Lulus dari SMAN 3 Bandung (1993), meneruskan ke Jurusan Ilmu Perpustakaan, FIKOM, UNPAD, dan selesai pada tahun 1998.

Pernah bekerja sebagai dosen di STIAMI (Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia) Jakarta, librarian di SMU Madania Boarding School Bogor, dan Kepala Perpustakaan di Universitas Indonusa Esa Unggul Jakarta.

Hingga saat ini telah sekitar 100 cerpen yang dimuat di majalah dan surat kabar. Cerpen pertama dimuat di majalah Aneka Yess tahun 1995. Setelah itu dimuat di majalah Ceria Remaja, Kawanku, Mode Indonesia, Anita Cemerlang, Dinamis, Aku Anak Saleh, Orbit, Kitakita.com, Bobo, Mombi, Muslimah, IlmuIman.net.,dan Harian Tribun Jabar.

Novel dan bukunya yang telah terbit:
1. Bukan Jilbab Semusim (Novel. Tiga Serangkai, 2006)
2. Gue Anak SMA (Buku tips dan tricks. CINTA, 2006)
3. Please Don`t Go (Novel. CINTA, 2006)
4. Tajir Selagi Muda (Buku tips dan tricks. CINTA, 2006)
5. The Boarding # 1: Please, Deh.... (Novel. GIP, 2006)
6. Masih Ada Hati Bicara (Novel. GIP, 2006)
7. Men Not Allowed (Novel. CINTA, 2007)
8. Menjemput Risalah-Mu (Novel. Mizania, 2008)
9. Bodyguard Bawel (Gramedia Pustaka Utama, April 2009).
10. (bersama Yanty Isa. Gramedia Pustaka Utama, 2009).
11. Kilau Satu Bintang (Novel. Frenari, 2009).
12. Alyssa (Novel. Kaki Langit Kencana. Akan terbit)
13. Ordinary Mom: Bunda Juga Manusia (Buku Parenting. Luxima. Akan terbit)
14. Cinta Brondong : 18 Cerita Perempuan Karir Metropolitan (Antologi Cerpen bersama penulis Anita Cemerlang. Kutubuku Sampurna Publishers. Akan terbit)


Pemenang Berbakat dalam Lomba Cerita Konyol Gramedia Pustaka Utama 2008 (Bodyguard Bawel: Pembela Kebenaran dan Kebetulan) dan Pemenang harapan dalam Lomba Cerita Detektif Majalah Bobo tahun 2009.

Juga pemenang harapan pada beberapa lomba penulisan novel: News (Dar!Mizan, 2005), Bintang Masih Bersinar (GIP, 2005), dan Lena Marlina, MBA (Tiga Serangkai, 2006. Terbit dengan judul Bukan Jilbab Semusim).

Sebelumnya, Juara Harapan III pada Lomba Menulis Artikel yang diadakan oleh Perpustakaan Daerah Jawa Barat (1996), Juara 2 pada Lomba Menulis Artikel yang diselenggarakan oleh IKAPI-Depdikbud Kanwil Jawa Barat (1997), dan Juara 1 pada Lomba Karya Tulis Ilmiah yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Daerah Jawa Barat (1997).

Bisa ditemui di www.takhanya novel.blogspot.com. Atau bisa juga obral-obrol di facebook dan email: retno_teera@yahoo. com

Sebuah Fakta Tentang TeenLit

Pertama Tahu dari http: http://www.facebook.com/TeenlitGPU

tertulis di Notesnya.
Udah jadul banget siiih... aku aja yang telat.



Isinya gini :


Minggu, 12 Maret 2006

Teenlit, Masalah Baru Pernovelan Indonesia




S Amran Tasai
Peneliti pada Pusat Bahasa


Debat Sastra yang diselenggarakan di Universitas Nasional pada 7 September 2005 memperbincangkan tentang novel jenis teenlit yang banyak bermunculan di akhir-akhir ini di setiap toko buku. Debat sastra tersebut dilakukan dalam rangka Kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2005 dengan topik Sastra dan Pembinaan Generasi Muda.

Salah satu makalah menarik yang diajukan pada debat sastra itu adalah ''Remaja, Teenlit, dan Novel Islami: Sebuah Generasi di antara Pilihan Banyak Warna atau Memilih Hanya Hitam an Putih. Makalah itu disajikan oleh Gita Romadhona, mahasiswa Program Studi Indonesia yang sedang menyusun skripsi dengan topik Studi Anak.

Debat sastra itu mendapat tanggapan yang meriah dari peserta, yang sebagian besar terdiri atas mahasiswa Universitas Nasional dan mahasiswa Universitas Indonesia. Gita mengatakan bahwa keberadaan novel jenis ini sebenarnya dimulai dari kehadiran novel teenlit impor berupa terjemahan dalam bahasa Idonesia, yang tentu saja di dalamnya terdapat budaya asing (Barat).

Tokoh dan gaya hidup yang terlihat di dalam teenlit terjemahan itu adalah tokoh dan gaya hidup Barat. Remaja dari usia 11 tahun sudah terbiasa dengan hal berciuman dengan lawan jenis, membicarakan seks, dan pergi ke pesta-pesta. Pada usia 15 tahun mereka sudah terbiasa dengan hubungan seks.

Dengan gaya dan teknik penceritaan yang seperti itu, lalu pengarang kita menulis novel teenlit ala Indonesia. Novel tersebut tampil dengan warna-warni kehidupan yang meniru-niru hidup Barat. Gita menyindir dengan mengatakan, pengarang-pengarang novel teenlit Indonesia menganggap bahwa remaja-remaja kita sudah seharusnya menerapkan hal yang serupa dengan budaya Barat itu, cinta dan pacaran.

Dengan begitu, para remaja kita semakin yakin bahwa hanya hal itulah yang penting dalam kehidupan ini. Rok pendek dan baju ketat menjadi tren baru, sehingga dapat meningkatkan tindakan kriminalitas perkosaan dan maraknya free sex di Indonesia.

Itulah warna kehidupan yang muncul di dalam novel teenlit. Novel teenlit memang novel remaja yang pengarangnya juga remaja yang hidup dalam dunia yang gemerlapan. Novel Dealova, umpamanya, menggambarkan kehidupan remaja yang masih duduk di bangku SMU, yang hanya bersoal pada cinta anak remaja.

Gita juga mengejeknya dengan mengatakan bahwa setiap tokoh mempunyai mobil pribadi, pergi berlibur ke Bali atau ke luar negeri, dan berbelanja di pertokoan terkenal. Padahal, coba kita pikir, berapa banyak sih remaja kita dengan keberuntungan seperti itu di Indonesia? Begitu juga dengan narkoba dan minuman keras, penulis novel itu menganggap bahwa hal itu sudah menjadi bagian dari kehidupan remaja masa kini.

Debat sastra itu memang bukan untuk mencari salah dan benar, tetapi hanya mengemukakan masalah ke permukaan. Sastra kita tidak berpihak lagi ke masyarakat umum yang sebagian besar berada di desa, tetapi menciptakan masyarakat elite yang sebagian besar hidup di kota besar. Salahkah kalau pembaca novel kita menganggap bahwa kehidupan remaja dalam novel teenlit itu adalah kehidupan "bukan Indonesia"?

Persoalan masyarakat Indonesia memang multidimensi. Persoalan yang akhir-akhir ini sangat dirasakan oleh masyarakat adalah masalah kesulitan mencari nafkah, kesengsaraan yang berkepanjangan, korupsi yang merajalela, tanah longsong yang memakan korban tidak sedikit, tsunami, gempa bumi, busung lapar, dan lain-lain yang tidak satu pun persoalan itu yang dapat dikategorikan sebagai masalah yang manis. Semuanya pahit dan malah getir. Hal semacam ini tidak terlacak oleh penulis novel teenlit.

Oleh sebab itu, jika berpatokan kepada prinsip bahwa novel atau sastra adalah cermin kehidupan masyarakat, refleksi keadaan masyarakat pada waktunya, tentu novel teenlit tidak masuk ke golongan ini. Memang ada hal yang muncul seperti masalah percintaan remaja. Akan tetapi, masalah cinta dalam sastra hanya merupakan bunga-bunganya saja. Persoalan yang terkandung di dalam sebuah novel sebenarnya berada di balik "cinta" itu.

Masalah lain yang ditampilkan di dalam novel teenlit adalah masalah ramalan dan kepercayaan (bukan agama). Dalam novel Summer Triable diciptakan suatu kepercayaan hubungan antara kehidpan manusia di bumi ini dengan keberadaan bintang-bintang yang ada di langit. Bintang-bintang yang ada di langit itu akan mempengaruhi orang-orang yang ada di bumi.

Nama-nama bintang itu pun mewakili nama dewa-dewa di jagat raya, seperti kepercayaan yang dipakai pada masa kejayaan Yunani dahulu. Ramalan dan kepercayaan seperti memenuhi isi novel. Para tokoh dibawa ke alam supranatural, dipaksa untuk mempercayainya, serta diajak untuk bertindak seperti dewa pada masa Yunani kuno.

Apa yang dapat dirunut dari isi novel? Hanya masalah cinta remaja, cinta yang berlarut-larut. Kalaupun kita harus menantikan tema atau amanatnya di belakang masalah cinta itu, tentu saja kita akan menemukannya, tetapi tema atau amanat itu adalah tema dan amanat paksaan. Tema dan amanat itu seperti temuan yang dipaksanakan bagi seorang pengawas, karena pengawas itu harus membawa temuan itu ke kantornya sekecil apapun.

Memang teenlit merupakan jenis novel kita yang muncul pada tahun 2000-an. Dengan keberlainannya dari novel-novel sebelumnya itulah yang membuat novel jenis ini menarik minat pembaca, terutama pembaca remaja. Novel jenis ini mudah dipahami, tidak berat, alurnya sebagian besar lurus, dengan tokoh yang berdarah daging seperti kita yang masih remaja. Walaupun ada teknik sorot balik pada alur, hal itu tidak membawa kesulitan pemahaman cerita.

Hal penting lain yang perlu diperbincangkan di sini adalah bahasa yang dipakai dalam teenlit. Selama ini kita memang mengatakan bahwa dialog yang terdapat di dalam novel adalah ragam lisan yang ditulis. Dalam dialog itu diizinkan menggunakan kata-kata percakapan sehingga novel tersebut akan terasa lebih hidup.

Itu memang benar. Akan tetapi, ragam lisan yang dimaksudkan sebaiknya mempunyai daya didik yang tinggi sehingga ragam yang dipakai itu mendekati ragam sekolah. Dalam novel-novel kita terdahulu, hal itu sangat terjaga. Coba lihat bagaimana Hamka, Di Bawah Lindungan Kakbah, membentuk dialog antara Zainab dan Rosna dengan bahasa yang dapat dikatakan baku. Bagus sekali nuansa makna yang dibangkitkan oleh kata-kata itu. Kata nggak dan kata gue tidak pernah muncul.

Hal itulah yang menarik dan menggelisahkan kita terhadap bahasa yang dipakai di dalam novel teenlit. Bahasa gaul dan dialek Jakarta (Betawi) merupakan bahasa yang utama. Keberadaan bahasa Indonesia di dalamnya tidak terencana, tidak terpola dengan baik, apa saja bisa masuk. Baik pada percakapan (dialog) maupun pada deskripsi, bahasa yang dipakai adalah bahasa gaul, bahasa prokem, bahasa slang, yang hanya dimengerti oleh anak remaja. Keberagaman bahasa dan warna-warni percakapan tidak dapat dipola dan hampir tidak terkendali.

Dalam pola kebijakan politik bahasa nasional, novel tersebut bukan saja tidak mempedulikan kehidupan bahasa Indonesia, tetapi dapat membahayakan pertumbuhan bahasa pada daerah-daerah tertentu. Bagi orang yang baru melek bahasa Indonesia, bagi daerah-daerah yang baru belajar bahasa Indonesia, seperti daerah-daerah yang terpencil, bahasa yang ada di dalam novel itu akan dianggapnya sebagai bahasa yang baku.

Dengan demikian, pada tempat-tempat resmi mereka akan menggunakan bahasa seperti itu. Ini jelas membahayakan kehidupan berbahasa Indonesia di tanah air kita. Coba saja, kata tembak, umpamanya, dipakai untuk mengatakan bahwa seorang perempuan sudah menyatakan dengan terus-terang rasa cintanya kepada seorang pria. Umpamanya, "Andi sudah gue tembak," kata Kara.

Namun, novel jenis teenlit sudah mencuat ke permukaan. Itu tentu saja novel Indonesia. Tentang mutunya dan kelompoknya, masalah lain. Mau apa lagi. Barangnya sudah hadir di depan kita.

Ikhtisar
* Novel jenis teenlit mulai memaraki toko-toko buku di Indonesia sejak awal 2000-an.
* Novel jenis ini masuk ke Indonesia melalui karya-karya terjemahan dari sastra Barat, dengan nilai-nilai moral Barat yang serba permisif.
* Kini banyak penulis Indonesia yang melahirkan novel teenlit dengan kehidupan remaja ala Barat, yang serba glamour dan sudah mengenal hubungan sex sejak usia SMU.
* Banyak kalangan kini mulai mengkhawatirkan pengaruh negatif teenlit bagi perkembangan moral remaja Indonesia.
* Teenlit juga dikhawatirkan berpengaruh buruk bagi perkembangan bahasa Indonesia.






Gimana menurut kalian, Teenlit Lovers??


Sumber : http://www.infoanda.com/linksfollow.php?lh=Vw4HWgJRVQEA

Loves Teenlit Novel, Loves Writing, Fantasy Buff

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Statistik Blog

About Me

Foto Saya
Just an ordinary girl who loves writing so much. Horror buff but exactly fainthearted. Follow me if you wanna be a writer too!